Jumat, 22 April 2011

Photoelectric Effect

Efek fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari suatu permukaan  logam ketika menyerap radiasi elektromagnetik yang memiliki frekuensi di atas frekuensi ambang elektron tersebut.
Tidak ada elektron yang dilepaskan oleh radiasi di bawah frekuensi ambang, karena elektron tidak mendapatkan energi yang cukup untuk mengatasi ikatan atom. Elektron yang dipancarkan biasanya disebut fotoelektron .
Efek fotolistrik sangat membantu untuk menerangkan sifat dualisme  gelombang-partikel, dimana foton (sebagai contoh) dapat menunjukkan kedua sifat dan kelakuan seperti-gelombang dan seperti-partikel, sebuah konsep yang banyak digunakan oleh pencipta mekanika kuantum. Efek fotolistrik dijelaskan secara matematis oleh Albert Einstein yang memperluas kuanta yang dikembangkan oleh Max Planck.
Hukum emisi fotolistrik:
  1. Untuk logam dan radiasi tertentu, jumlah foto elektron yang dikeluarkan berbanding lurus dengan intensitas cahaya yg digunakan.
  2. Untuk logam tertentu, terdapat frekuensi minimum radiasi. di bawah frekuensi ini fotoelektron tidak bisa dipancarkan.
  3. Di atas frekuensi tersebut, energi kinetik yang dipancarkan fotoelektron tidak bergantung pada intensitas cahaya, namun bergantung pada frekuensi cahaya.
  4. Perbedaan waktu dari radiasi dan pemancaran fotoelektron sangat kecil, kurang dari 10-9 detik.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;